Form Pendaftaran

Gallery Event

Kolaborasi dengan Sujok Indonesia, Battra UNAIR Kenalkan Twist Therapy untuk Atasi Nyeri

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa (HIMA) D4 Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar sharing session bertajuk “Introduction of Twist Therapy” secara hybrid, Jumat (24/2/2023). Acara ini bekerja sama dengan Sujok Indonesia menghadirkan ahli sujok, SJT Heriza Budiman AMd Akup SHut MM.

Pada awal, Heriza memaparkan sujok sebagai metode pengobatan alternatif yang telah ada sejak tahun 1987 di Korea Selatan. Sementara di Indonesia, sujok baru dikenal saat terbentuknya organisasi Sujok Indonesia pada 2019. Praktik sujok ini menggunakan tangan (su) dan kaki (jok) untuk distimulasi dengan warna, biji-bijian, moxa, jarum, atau tekanan.

Salah satu metode sujok yaitu terapi twist memanfaatkan sistem energi spiral yang ada dalam tubuh manusia. Menurut Heriza, tubuh sebagai bagian dari perluasan alam semesta yang dipenuhi oleh energi spiral.

“Ada jalur energi spiral di tubuh mulai dari bagaimana embrio dalam perut seorang ibu, plasentanya itu adalah spiral. Kemudian otak kita, usus besar, susunan kulit, termasuk DNA kita jadi ada saling membentuk struktur yang spiral,” kata pendiri Sujok Indonesia itu.

Ia juga mengungkap perbedaan terapi twist dengan akupuntur (meridian) yang menggunakan energi linear dan energi cakra, sedangkan terapi twist merupakan gabungan keduanya. Terapi ini menstimulasi melalui putaran atau pelintiran pada area tangan dan kaki yang disesuaikan berdasarkan sistem korespondensi.

Sistem tersebut melihat kemiripan antara telapak tangan dan telapak kaki dengan tubuh manusia. Kesamaan yang dimaksud merujuk pada jumlah dan ruas jari, bagian yang menonjol, lokasi, dan arah.

Seperti halnya, kepala-jari jempol, telapak tangan kiri-jari telunjuk, telapak kaki kiri-jari tengah, telapak kaki kanan-jari manis, dan telapak tangan kanan-jari kelingking. Hal ini pun berlaku pada organ dalam tubuh seperti hati-jari jempol, organ perut-jari tengah dan jari manis, organ kaki dan tangan-jari telunjuk dan jari kelingking, serta bagian belakang tubuh-punggung tangan.

Cara Twist Therapy

Alumnus UNAIR itu menjelaskan langkah pertama melakukan terapi twist yakni menyesuaikan titik nyeri dengan sistem korespondensi. Ia mencontohkan, sakit kepala sebelah kiri maka bisa menggunakan ibu jari baik tangan atau kaki sebelah kiri.

Kedua, mencari arah putaran yang terbagi menjadi tiga arah meliputi atas-bawah, depan (tarik)-belakang (dorong), dan kiri-kanan. Kombinasikan ketiga arah yang dianggap pasien nyaman dan praktikkan secara berulang sebanyak tiga kali masing-masing selama 30 detik.

Lanjut Heriza, kembalikan posisi ibu jari pada arah putaran berlawanan sambil pasien mengatur pernapasan. Apabila pasien tidak merasakan sakit, bisa lakukan pengulangan setiap 2 hingga 3 jam sekali.

Penerapan terapi twist aman untuk usia balita hingga lanjut usia yang mana tidak menimbulkan efek samping. “Tidak ada kontra indikasi karena terapi tidak dilakukan pada tubuh besar dan tidak menyebabkan nyeri,” tandasnya.

https://unair.ac.id/kolaborasi-dengan-sujok-indonesia-battra-unair-kenalkan-twist-therapy-untuk-atasi-nyeri/